AS Akan Umumkan Pasukan Garda Revolusi Iran sebagai Organisasi Teroris

Washington – Pemerintah Amerika Serikat akan segera mengumumkan penetapan pasukan Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris internasional. Sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana pemerintah AS untuk pertama kalinya memasukkan pasukan militer negara asing dalam daftar teroris internasional.

Menurut pejabat-pejabat AS yang tidak disebut namanya seperti diberitakan media The Wall Street Journal dan dilansir AFP, Sabtu (6/4/2019), pemerintahan Presiden Donald Trump akan mengumumkan keputusan yang telah lama dipertimbangkan itu pekan depan, atau secepatnya pada Senin (8/4) waktu setempat.

Korps Garda Revolusi Iran dibentuk setelah revolusi Islam tahun 1979 dengan misi untuk melindungi ulama Syiah yang memerintah Iran. Pasukan Garda Revolusi Iran merupakan organisasi keamanan yang paling berkuasa yang mengendalikan sejumlah sektor perekonomian Iran dan memiliki pengaruh sangat luas dalam sistem politik Iran.

Pasukan elit militer Iran itu berjumlah sekitar 125 ribu personel yang ditempatkan di Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Dilaporkan bahwa Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo merupakan sosok yang mendorong kebijakan keras AS terhadap Iran. Keputusan AS memasukkan Garda Revolusi Iran dalam daftar organisasi teroris internasional ini bertepatan dengan setahun keputusan Trump menarik diri dari perjanjian nuklir dengan Iran tahun 2015. AS pun kemudian menerapkan kembali sanksi-sanksi yang dulunya melumpuhkan perekonomian Iran.

Sebelumnya pada tahun 2007, Departemen Keuangan AS menetapkan Pasukan Quds, unit dalam Pasukan Garda Revolusi Iran yang melakukan operasi militer di luar negeri, sebagai pendukung organisasi teroris dan pemberontak.
(ita/ita)