Arab Saudi Hancurkan 2 Drone Pemberontak Houthi, 5 Warga Sipil Terluka

Riyadh – Pertahanan udara Arab Saudi telah mencegat dan menghancurkan dua drone yang diluncurkan para pemberontak Houthi dari wilayah Yaman. Serpihan drone tersebut melukai lima warga sipil Arab Saudi, termasuk seorang bocah.

Juru bicara koalisi militer pimpinan Saudi, Kolonel Turki al-Maliki menyatakan bahwa drone-drone tersebut menargetkan Khamis Mushait, tempat beradanya pangkalan udara besar di barat daya Saudi.

“Pada Selasa (2/4) pukul 21.35, sistem Pertahanan Udara Kerajaan Saudi mendeteksi dua benda tak dikenal yang mengarah ke wilayah sipil,” ujar al-Maliki dalam sebuah statemen seperti disampaikan kantor berita Saudi Press Agency (SPA) dan dilansir AFP, Rabu (3/4/2019).


Al-Maliki menambahkan bahwa drone-drone tersebut “dicegat dan dihancurkan”.

Para pemberontak Houthi di Yaman telah berulang kali menembakkan rudal-rudal balistik ke wilayah Arab Saudi. Bahkan Houthi juga mengklaim serangan-serangan rudal di bandara Abu Dhabi dan Dubai, dua kota utama di negara Uni Emirat Arab yang merupakan sekutu utama koalisi Saudi dalam memerangi Houthi di Yaman.

Otoritas Saudi menyatakan, rudal-rudal Houthi tersebut semuanya berhasil dicegat dengan sistem pertahanan udara. Namun seorang warga sipil tewas akibat serpihan rudal yang hancur ditembak jatuh.

Perang di Yaman telah berlangsung selama bertahun-tahun antara pemberontak Houthi melawan pemerintah. Perang memanas sejak tahun 2015 setelah koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan operasi militer di Yaman untuk membantu pemerintah memukul mundur pemberontak Houthi dari ibu kota, Sanaa, dan sejumlah provinsi lain yang sempat dikuasai Houthi.

Arab Saudi yang berbatasan dengan Yaman, khawatir akan penyebaran pengaruh Iran yang mendukung pemberontak Houthi. Dalam perkembangannya Yaman disebut sebagai arena proksi antara Iran dan Arab Saudi. Jumlah korban tewas dalam perang di Yaman diperkirakan melebihi angka 10.000 jiwa, dengan belasan ribu orang lainnya mengalami luka-luka. Perang itu juga telah menyebabkan sekitar 12-14 juta jiwa atau hampir 50% dari total penduduk Yaman, berada di ambang kelaparan.
(ita/ita)