Ancam Ledakkan Trump Tower, Simpatisan Hamas Ditangkap

New Jersey – Seorang pria muda yang mengancam akan meledakkan gedung Trump Tower dan konsulat Israel di New York, Amerika Serikat, telah ditangkap. Simpatisan Hamas itu ditangkap di New Jersey, AS pada Rabu (22/5) waktu setempat.

Penangkapan dilakukan setelah para penyelidik menemukan serangkaian pesan bernada ancaman yang diposting Jonathan Xie di media sosial. Pria berumur 20 tahun itu disebut sebagai simpatisan Brigade Al Qassam, sayap militer gerakan Hamas yang menguasai wilayah Jalur Gaza.

Xi yang berasal dari kawasan kaya Basking Ridge di New Jersey, dijerat dua dakwaan mencoba memberikan dukungan material ke organisasi teroris — yang masing-masing dakwaan bisa dikenai hukuman maksimum 20 tahun penjara — juga dua dakwaan membuat pernyataan palsu dan satu dakwaan mentransmisikan ancaman dalam perdagangan antar negara.


“Ancaman dari ekstremis brutal yang tumbuh sendiri, yang meradikalisasi dirinya sendiri masih tetap ada,” kata Jaksa AS Craig Carpenito dalam sebuah statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (23/5/2019).

“Sementara lebih banyak orang Amerika mungkin akrab dengan ISIS, kami menganggap serius orang-orang yang ingin membantu organisasi teroris tertentu,” imbuhnya.

Sebelumnya pada Desember 2018 lalu, menurut pernyataan penuntut umum, Xie mengirimkan US$ 100 via transfer virtual kepada seseorang di Gaza, yang diyakininya sebagai anggota Brigade Al Qassam. Dia kemudian berkoar mengenai pengiriman uang tersebut di Instagram dengan menuliskan “Sangat yakin bahwa ini ilegal namun saya tidak perduli.”

Kemudian pada Februari lalu, dia mengatakan bahwa dirinya ingin bergabung dengan militer AS “untuk belajar bagaimana membunuh.” Pada April, dia memposting foto-foto Trump Tower di Instagram dengan tulisan bahwa dia ingin menaruh bom di gedung milik Presiden AS Donald Trump tersebut. Pada salah satu foto, dia menambahkan polling “Ya/Tidak” yang menanyakan: “Apakah saya harus mengebom Trump Tower? beserta emoji sebuah bom.

Kemudian di bulan yang sama, pria itu memposting video live di Instagram yang menunjukkan sebuah bendera Hamas dan sebuah pistol, seraya menyatakan bahwa dia ingin pergi ke “aksi demo pro-Israel” dan ingin “menembak semua orang di sana.”

(ita/ita)