Akan Diusir dari Kedubes Ekuador, Assange Kerap Langgar Ketentuan Suaka

Quito – Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, akan diusir keluar dari Kedutaan Besar (Kedubes) Ekuador di London, Inggris, yang selama tujuh tahun terakhir menjadi tempat tinggalnya. Presiden Ekuador, Lenin Moreno, menyebut Assange telah ‘berulang kali melanggar’ ketentuan suakanya.

Dalam wawancara dengan Ecuadorian Radio Broadcasters’ Association, seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (5/4/2019), Moreno menyatakan Assange tidak memiliki hak ‘meretas akun-akun pribadi maupun telepon-telepon’ dan tidak bisa mencampuri politik negara lain, khususnya yang memiliki hubungan baik dengan Ekuador.

Hal itu disampaikan Moreno saat mengomentari foto-foto pribadinya dan keluarganya yang diambil beberapa tahun lalu saat mereka tinggal di Eropa, beredar luas di media sosial. Moreno tidak secara langsung menyalahkan Assange atas kebocoran foto-foto pribadinya itu. Namun pemerintah Ekuador meyakini bahwa foto-foto itu dibocorkan oleh WikiLeaks.

“Tuan Assange telah melanggar kesepakatan yang kami capai dengannya dan penasihat hukumnya, terlalu banyak,” sebut Moreno dalam wawancara tersebut.

“Bukannya dia tidak bisa berbicara dan mengekspresikan dirinya secara bebas, tapi dia tidak bisa berbohong ataupun meretas akun-akun privat atau telepon,” imbuhnya.

Moreno tidak menyebut lebih lanjut soal langkah apa yang akan diambil pemerintahannya terhadap Assange.

Namun kicauan terbaru akun Twitter WikiLeaks pada Jumat (5/4) waktu setempat, seperti dilansir media Inggris, Evening Standard, menyebutkan bahwa Assange akan diusir keluar dari Kedubes Ekuador di London ‘dalam hitungan jam hingga hari’. Kicauan itu didasarkan WikiLeaks dari ‘seorang sumber level tinggi’.

Menurut WikiLeaks, paling cepat Assange akan keluar dari Kedubes Ekuador di London pada Jumat (5/4) pagi waktu setempat. Disebutkan juga oleh WikiLeaks dalam kicauannya bahwa Ekuador telah memiliki ‘kesepakatan dengan Inggris untuk penangkapannya (Assange)’.

Kicauan WikiLeaks lainnya menyebut pihaknya telah menerima konfirmasi kedua dari ‘seorang sumber level tinggi lainnya’.

Belum ada tanggapan pemerintah Ekuador maupun Inggris atas informasi ini.

Diketahui bahwa Assange mencari perlindungan di Kedubes Ekuador yang ada di London sejak tahun 2012, demi menghindari eksekusi ekstradisi ke Swedia. Hakim Inggris telah memerintahkan ekstradisi Assange yang terjerat kasus kekerasan seksual di Swedia.

Kasus itu digugurkan oleh pengadilan Swedia tahun 2017 lalu, namun Assange tetap tinggal di dalam Kedubes Ekuador di London. Hal ini dilakukan Assange yang merupakan warga negara Australia ini karena khawatir akan diekstradisi ke AS untuk menghadapi tuduhan penyidik federal terkait WikiLeaks.

Simak juga video Indonesia Promosikan Pencak Silat ke Kedubes Cina:

[Gambas:Video 20detik]

(nvc/ita)