5 Paramiliter Tewas dalam Serangan Kelompok Militan di India

Srinagar – Kelompok militan menyerang polisi paramiliter India dan menewaskan lima orang. Kelima polisi paramiiter itu tewas dalam serangan terhadap pasukan keamanan yang dikerahkan di kota Kashmir, India pada Rabu (12/6).

Dilansir dari Reuters, Kamis (13/6/2019), tiga polisi paramiliter, seorang petugas kepolisian lokal, dan seorang wanita mengalami luka-luka. Seorang anggota kelompok militan juga dilaporkan tewas saat polisi membalas serangan dengan tembakan.

Kelompok militan Islam yang berbasis di Kashmir, Al Umar Mujahideen, mengklaim bertanggung jawab terhadap serangan yang terjadi di Kota Anantnag itu. Serangan tersebut merupakan serangan paling mematikan di Kashmuir sejak Februari lalu, saat seorang pelaku bom bunuh diri menabrakkan mobil yang sarat bahan peledak ke dalam bus dan menewaskan 40 polisi paramiliter.


Pengeboman itu kemudian meningkatkan ketegangan antara kedua negara tetangga yang memiliki senjata nuklir, India dan Pakistan, bagian dari perbatasannya yang melintasi wilayah mayoritas Muslim yang disengketakan. Kabinet Perdana Menteri India, Narendra Modi, setuju untuk memperluas pemerintahan federal langsung untuk negara bagian Jammu dan Kashmir.
Seperti diketahui, pemerintahan wilayah Himalaya telah secara langsung diambil alih oleh New Delhi sejak 2018, setelah Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP) Modi mundur dari koalisi regional dan menyerukan agar pemerintah federal mengambil kendali. Sementara, wilayah Kashmir diklaim seluruhnya oleh Pakistan.

Pasukan India telah berjuang untuk memadamkan pemberontakan di Kashmir selama beberapa dekade. India pun menyalahkan Pakistan karena mengobarkan pemberontakan di satu-satunya negara bagian berpenduduk mayoritas Muslim di India. Sementara, Pakistan mengaku hal itu dilakukan untuk memberikan dukungan moral kepada pemberontak.
(azr/mae)