4 Pria di Uganda Culik Turis Amerika, Minta Tebusan Rp 6,9 Miliar

Kampala – Seorang turis wanita asal Amerika Serikat diculik empat pria bersenjata di Uganda. Mereka meminta tebusan senilai US$ 500 ribu atau setara Rp 6,9 miliar.

Dilansir CNN, Kamis (4/4/2019), turis wanita itu diculik bersama seorang sopir Uganda saat sedang berada di Taman Nasional Ratu Elizabeth, pada Selasa (2/4) sore waktu setempat. Mereka ditodong dengan senjata.

“Para penculik menggunakan ponsel korban dan meminta tebusan US$ 500 ribu. Kami yakin uang ini adalah alasan mereka melakukan penculikan,” kata polisi setempat.


Polisi telah mengirimkan pasukan elite dari Polisi Pariwisata ke lokasi penculikan untuk secara mengejar orang-orang bersenjata itu. Polisi juga telah menutup semua area keluar di perbatasan antara Uganda dan Republik Demokratik Kongo.

“Kami percaya para pelaku dan korban masih ada kemungkinan terjebak di dalam area pencarian kami,” kata polisi.

Serentetan insiden penculikan juga terjadi tahun lalu di Uganda. Penculikan ini memicu protes masyarakat. Mereka mengatakan pemerintah tidak menangani secara serius masalah penculikan ini.

Sejumlah kelompok pejuang HAM telah menyampaikan protes ke parlemen Uganda. Mereka menyebut ada lebih dari 20 orang–kebanyakan wanita dan anak-anak–diculik untuk tebusan sepanjang tahun lalu dan meminta polisi untuk memprioritaskan kasus ini.

Polisi Uganda telah mendirikan pusat darurat pada waktu itu. Keluarga korban dapat melaporkan kasus penculikan mereka ke pusat darurat tersebut.
(tsa/tsa)