4 Penumpang Kereta di India Tewas Akibat Gelombang Panas Ekstrem

New Delhi – Mengenaskan! Sedikitnya empat orang di India tewas akibat kepanasan saat bepergian dengan kereta api. Insiden ini terjadi saat India bagian utara tengah dilanda gelombang panas dalam dua pekan terakhir.

Seperti dilansir AFP, Selasa (11/6/2019), empat orang itu tewas saat bepergian dengan kereta api dari Agra, kota lokasi Taj Mahal, menuju Coimbatore yang ada di sebelah selatan India pada Senin (10/6) kemarin. Keempatnya diduga tewas akibat panas ‘tak tertahankan’.

“Panas tampaknya menjadi faktor penyebabnya. Ini sungguh disayangkan,” sebut juru bicara Otoritas Perkeretaapian India, Ajit Kumar Singh, kepada AFP.

“Ketika kereta mendekati Jhansi, kami mendapat telepon dari staf yang ada di atas kereta bahwa satu penumpang tidak sadarkan diri,” tuturnya.

“Kami bergegas mengerahkan staf medis ke stasiun tapi mereka mendapati bahwa tiga penumpang telah meninggal dunia,” imbuh Singh.

Satu penumpang lainnya, sebut Singh, meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit setempat.

Diketahui bahwa suhu udara di wilayah Jhansi, Uttar Pradesh bagian utara, mencapai sekitar 45 derajat Celsius dalam beberapa hari terakhir.

Singh menyatakan bahwa rangkaian kereta bernama Kerala Express itu tidak mengalami masalah teknis, namun para penumpangnya tidak berada di dalam gerbong yang dilengkapi pendingin udara. Salah satu penumpang yang berada di gerbong yang sama menyebut kondisi di dalam kereta sangat gerah.

“Sesaat setelah kita meninggalkan Agra, panasnya menjadi tak tertahankan dan beberapa orang mulai mengeluhkan masalah pernapasan dan merasa gelisah,” ucap penumpang yang tidak disebut namanya itu, seperti dikutip televisi lokal, News18. “Sebelum kami mendapat bantuan, mereka ambruk,” imbuhnya.

Laporan News18 menyebut salah satu penumpang yang tewas akibat panas tak tertahankan berusia 81 tahun.

Sebagian besar wilayah India tengah dilanda suhu panas parah, dengan suhu di wilayah Rajashtan dilaporkan pernah naik di atas 50 derajat Celsius. Cuaca ekstrem ini memicu korban jiwa di beberapa wilayah.
(nvc/rvk)