3 Pelaku Bom Kashmir Tewas Dalam Serangan Pasukan India

Jakarta – 3 Gerilyawan dari kelompok Jaish-e-Mohammad (JeM) yang berbasis di Pakistan tewas dalam serangan pasukan India. JeM merupakan kelompok militan yang mengaku bertanggung jawab atas bom Kashmir pada Kamis (14/2/) lalu yang menewaskan 40 polisi paramiliter India.

Dilansir dari Reuters, Selasa (19/2/2019), bentrokan antara tentara India dengan kelompok militan JeM terjadi pada Senin (18/2) waktu setempat saat pasukan keamanan India tengah bertugas di wilayah Kashmir.

Selain 3 gerilyawan JeM tewas, 4 tentara, dan 1 orang polisi India ikut tewas dalam bentrokan tersebut. Bentrokan juga menyebabkan 9 tentara terluka, di mana salah satu orang tentara berpangkat brigadir, dan ada juga seorang inpektur jenderal polisi. Satu Warga sipil juga ikut terbunuh akibat bentrokan itu.

“Pertemuan (bentrokan) itu masih berlangsung dan pasukan keamanan sedang bertugas,” kata polisi India dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters.

“Mereka memiliki perlindungan. Petugas dan orang-orang kita terkena serangan, sedangkan mereka berada di daerah yang dibangun untuk bersembunyi,” kata K. Rajendra Kumar, mantan direktur jenderal polisi di Jammu dan Kashmir.

Sumber dari pasukan keamanan India mengungkapkan, salah satu gerilyawan yang tewas diidentifikasi bernama Abdul Rashid Gazi, yang menggunakan nama samaran Kamran Bhai. Dia diduga memainkan peran utama dalam mengatur serangan hari di Kashmir pada Kamis (14/2) lalu.

Pasukan India sebelumnya telah menutup desa Pinglan di distrik Pulwama, Kashmir, tempat serangan bom yang menewaskan polisi paramiliter India. Polisi memberlakukan jam malam dan meminta warga untuk tidak keluar rumah.

Pada hari Minggu (17/2), polisi mengatakan pasukan India telah menahan 23 orang yang diduga memiliki hubungan dengan gerilyawan yang melakukan pemboman di Kashmir.

Serangan bom bunuh diri di Kashmir pada Kamis (14/2) lalu itu terjadi saat polisi paramiliter India tengah melakukan konvoi. Meski kelompok JeM mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, namun India menuduh Pakistan karena menyembunyikan kelompok itu. Pakistan pun membantahnya.

Aksi serangan itu membuat ketegangan antara India dan Pakistan meningkat. Pakistan pun menarik duta besarnya untuk India, untuk meminta masukan pasca serangan bom tersebut.

India pun sudah menyerukan akan membalas dendam atas serangan itu. Seruan itu disampaikan salah satunya melalui media sosial.
(nvl/tsa)