3 Bocah Rusia Anak Militan ISIS Akan Dipulangkan dari Suriah

Damaskus – Tiga anak asal Rusia yang orangtuanya terkait Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Suriah akan dipulangkan ke negara asalnya. Setelah orangtua anak-anak itu tewas, ketiga anak itu diserahkan kepada delegasi pemerintah Rusia oleh otoritas Kurdi di Suriah.

Seperti dilansir AFP, Selasa (26/3/2019), pejabat urusan luar negeri pada otoritas Kurdi di Suriah, Abdel Karim Omar, menyebut ketiga anak yang kini yatim-piatu itu dipulangkan atas permintaan Rusia. Ketiga anak itu disebut masih berusia 5-7 tahun.

Dituturkan Omar kepada AFP bahwa orangtua anak-anak itu diketahui berafiliasi dengan ISIS. Namun tidak diketahui dengan jelas bagaimana dan sejak kapan anak-anak itu tiba di Suriah.


Salah satu anggota delegasi pemerintah Rusia, Nelly Kouskova, menyebut ketiga anak itu merupakan kakak-beradik dan berasal dari Kaukasus Utara, Rusia. Kaukasus Utara merupakan wilayah di bagian selatan Rusia yang mayoritas dihuni warga muslim. Diketahui banyak warga Kaukasus Utara yang bergabung dengan ISIS.
Kouskova mengatakan, anak-anak itu menjadi yatim-piatu sekitar satu tahun lalu. Namun ketiga anak ini diketahui memiliki seorang bibi yang tinggal di Rusia. Kouskova menyebut, sang bibi yang meminta tolong pemerintah Rusia untuk membawa ketiga anak itu pulang.

Sejak kematian orangtua mereka, anak-anak itu tinggal di kamp pengungsian Al-Hol, yang dikelola otoritas Kurdi dan dirancang untuk mengakomodasi sekitar 20 ribu orang.

Namun karena adanya eksodus massal orang-orang yang melarikan diri dari pertempuran untuk mengusir ISIS dari markas terakhir di Suriah, jumlah yang ditampung di kamp itu membengkak menjadi 70 ribu orang. Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi Suriah telah mengklaim ISIS kalah total pada Sabtu (23/5) lalu.

Otoritas Kurdi di Suriah menyatakan lebih dari 9 ribu warga asing, termasuk lebih dari 6.500 anak-anak, saat ini ‘ditahan’ di kamp tersebut.

Otoritas Kurdi telah berulang kali menyerukan pemulangan militan-militan asing terkait ISIS dan keluarga mereka. Namun negara-negara asal para militan asing itu enggan menampung mereka kembali karena risiko keamanan.

Rusia dalam beberapa bulan terakhir telah menjadi pionir dalam menerima kembali anak-anak militan ISIS. Bulan lalu, 27 anak berusia 4-13 tahun diterbangkan dari Irak ke Moskow. Sebelumnya pada Desember 2018, 30 anak Rusia yang juga anak militan ISIS dipulangkan dari Irak.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir tahun 2017 menyebut upaya untuk memulangkan anak-anak yang orangtuanya terkait ISIS merupakan ‘tindakan yang sangat terhormat dan tepat’. Putin pun berjanji untuk membantu pemulangan itu.

Beberapa negara lainnya juga mulai mengambil langkah serupa. Salah satunya Prancis yang berencana memulangkan lima anak yatim-piatu — anak militan asing terkait ISIS — dari kamp di Suriah bagian timur laut.

Simak Juga ‘Perang Berakhir, ISIS Dinyatakan Kalah Total’:

[Gambas:Video 20detik]

(nvc/ita)