23 Murid TK Keracunan Usai Sarapan Bubur, Guru di China Ditangkap

Beijing – Sedikitnya 23 murid Taman Kanak-kanak (TK) di kota Jiaozuo, China, dilarikan ke rumah sakit karena keracunan usai menyantap bubur sebagai menu sarapan mereka di sekolah. Seorang guru TK ditangkap karena diduga sengaja meracuni anak-anak tersebut.

Dilaporkan kantor berita China, Xinhua dan dilansir AFP, Selasa (2/4/2019), seorang guru yang hanya disebut sebagai Wang telah ditangkap polisi usai insiden keracunan terjadi pada 27 Maret lalu. Guru tersebut diketahui bekerja di sebuah TK di kota Jiaozuo, Provinsi Henan.

Laporan media lokal China lainnya, Beijing News, yang mengutip sejumlah pejabat kota Jiaozuo menyebut para murid muntah-muntah dan pingsan usai menyantap bubur sebagai sarapan mereka.


Salah satu orangtua murid menuturkan bahwa dirinya bergegas ke rumah sakit setelah menerima telepon dari sekolah soal apa yang terjadi. Di rumah sakit, orangtua ini mendapati dokter sedang memompa perut anaknya untuk mencegah racun level tinggi mencemari darahnya.

Xinhua melaporkan bahwa satu anak hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena mengalami gejala keracunan ‘parah’. Tujuh anak lainnya juga masih dirawat inap di rumah sakit untuk diawasi kondisinya.

Laporan itu tidak menyebut secara spesifik usia anak-anak yang mengalami keracunan. Namun diketahui murid-murid TK di China biasanya berusia antara 3-6 tahun.

Hasil penyelidikan awal, sebut Xinhua, mengungkapkan sodium nitrite sebagai pemicu keracunan massal itu. Diketahui bahwa sodium nitrite biasa digunakan untuk mengawetkan daging, namun bisa beracun ketika masuk ke tubuh manusia dalam jumlah besar.

Mengkonsumsi sodium nitrite dalam jumlah besar bisa menaikkan detak jantung, memicu sakit kepala, muntah-muntah dan bahkan kematian.

Polisi menduga sang guru yang memasukkan sodium nitrite ke dalam bubur yang dikonsumsi para murid TK tersebut. Motifnya tidak diungkap lebih lanjut.

(nvc/dhn)