21 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Rezim Suriah di Idlib

Damaskus – Sedikitnya 21 warga sipil tewas dalam serangan-serangan militer rezim Suriah yang kian gencar di provinsi Idlib, basis terakhir kelompok militan di negara tersebut.

Kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights menyatakan seperti dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (29/5/2019), sembilan anak-anak termasuk di antara 21 orang yang tewas dibombardir pasukan rezim Suriah pada Selasa (28/5) waktu setempat di sejumlah kota di provinsi Idlib dan pedesaan di Aleppo.

Observatory menyatakan, serangan udara terhadap sebuah jalanan sibuk di desa Kafr Halab, di tepi barat provinsi Aleppo, menewaskan setidaknya sembilan warga sipil. Fotografer AFP melaporkan, jasad-jasad korban bergelimpangan di jalan dan sejumlah toko yang berjejer di pinggir jalan, hancur akibat serangan tersebut.


Juru bicara kantor kemanusiaan PBB, David Swanson mengatakan, sebuah rumah sakit di kota Kafranbel, Idlib juga terkena serangan artileri. “Fasilitas tersebut dilaporkan tak bisa berfungsi dikarenakan kerusakan bangunan yang parah,” ujarnya kepada AFP.

Direktur administrasi rumah sakit tersebut, Majed al-Akraa mengonfirmasi serangan itu. “Rumah sakit benar-benar tidak berfungsi,” katanya. “Itu serangan yang kuat. Generator-generator dan bahkan mobil saya terbakar,” imbuhnya.

Observatory menyatakan, serangan itu terjadi menyusul bombardir gencar selama dua hari di wilayah tersebut yang menewaskan total 31 warga sipil pada Minggu (26/5) dan Senin (27/5) lalu.

Idlib dan sebagian wilayah di provinsi-provinsi Aleppo, Hama dan Latakia berada di bawa kendali Hayat Tahrir al-Sham, kelompok militan yang dipimpin bekas cabang Al-Qaeda di Suriah.

(ita/ita)