2 Polisi Thailand Diculik dan Ditembak Mati

Bangkok – Dua polisi Thailand ditembak mati setelah diculik dari sebuah kedai teh di wilayah Thailand selatan. Insiden ini terjadi di tengah maraknya kembali pertumpahan darah di wilayah konflik tersebut.

Wilayah Thailand selatan telah dilanda aksi pemberontakan para gerilyawan muslim Melayu selama 15 tahun terakhir. Perang antara pasukan Thailand dan para gerilyawan di wilayah itu telah menewaskan hampir 7 ribu orang sejak tahun 2004, yang kebanyakan adalah warga sipil.

Jatuhnya korban jiwa berkurang hingga mencapai level terendah tahun lalu saat junta Thailand memperketat jaring keamanannya dan serangan-serangan militan terhadap warga sipil menjadi lebih sedikit. Namun beberapa pekan terakhir, terjadi aksi kekerasan berbalasan yang menewaskan para imam dan biksu Buddha. Pasukan keamanan yang melindungi sekolah-sekolah juga tak luput dari kekerasan tersebut.


Pada Selasa (26/2) malam waktu setempat, sekitar delapan terduga militan menyerbu sebuah kedai teh di provinsi Narathiwat, dekat perbatasan Malaysia.

“Para penculik itu menculik dua polisi, mengambil senjata-senjata mereka dan memaksa mereka naik ke atas sebuah truk pick-up,” ujar pejabat kepolisian, Letnan Sarayuth Khotchawong kepada AFP, Rabu (27/2/2019).

Sarayuth mengatakan, jasad kedua polisi itu kemudian ditemukan beberapa ratus meter jauhnya kedai tersebut. Ditambahkan Sarayuth, salah satu polisi adalah muslim dan lainnya Buddha.

Pembunuhan itu terjadi beberapa jam setelah sebuah bom meledak di provinsi Yala yang bertetangga dengan Narathiwat. Seorang ranger Thailand yang tengah berpatroli tewas akibat ledakan bom itu.

Menurut otoritas, serangan-serangan itu kemungkinan sebagai balasan setelah otoritas melancarkan operasi di kawasan pegunungan sekitar untuk mengejar mereka yang bertanggung jawab atas serangan-serangan terhadap target-target lunak baru-baru ini.

(ita/ita)