2 Polisi Prancis Diadili Atas Kasus Pemerkosaan Turis Kanada

Paris – Dua polisi Prancis diadili atas kasus pemerkosaan seorang turis Kanada yang mabuk. Pemerkosaan tersebut terjadi di bekas markas kepolisian Paris.

Kejahatan tersebut terjadi pada April 2014 di 36 Quai des Orfevres, bekas markas kepolisian Paris. Korban diidentifikasi sebagai Emily S yang kini berusia 39 tahun. Turis Kanada itu bertemu dengan kedua polisi tersebut di sebuah pub dekat markas kepolisian. Setelah minum-minum hingga mabuk, kedua polisi yang sedang tidak bertugas itu mengajak perempuan tersebut ke kantor mereka.

“Saya banyak minum dan tak bisa membayangkan diri saya kembali ke hotel saya dalam keadaan saya seperti ini, dan saya pikir dengan pergi ke kantor polisi saya akan merasa lebih aman di sana,” ujar Emily kepada para penyelidik seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (5/1/2019).


Emily mengatakan, dirinya diperkosa secara bergiliran oleh para polisi di kantor mereka selama 1,5 jam. “Empat polisi yang memakai kondom memperkosa saya,” kata perempuan itu kepada penyelidik keesokan harinya saat dia melaporkan peristiwa itu ke polisi.

Namun dia kemudian mengaku tidak yakin apakah dirinya diperkosa oleh tiga polisi atau empat polisi.

Dua polisi yang didakwa adalah Nicolas R. (49) dan Antoine Q (40). Keduanya membantah dakwaan pemerkosaan dan mengakui terjadinya hubungan seksual, namun menurut mereka hubungan itu terjadi atas dasar suka sama suka.

DNA seorang polisi ditemukan pada celana dalam Emily dan hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa Emily mengalami cedera ginekologis traumatis. DNA dari pria ketiga juga ditemukan pada celana dalamnya, namun meski lebih dari 100 polisi yang bekerja di gedung itu telah diperiksa, para penyelidik gagal mengidentifikasi tersangka ini.

Pada tahun 2016, hakim investigasi memutuskan untuk menghentikan kasus ini, karena menganggap kesaksian wanita itu membingungkan. Namun para jaksa penuntut kemudian meminta digelarnya persidangan yang diperkirakan akan berlangsung hingga 1 Februari mendatang.

Kedua terdakwa bisa terancam hukuman penjara maksimum 20 tahun jika terbuki bersalah.

(ita/ita)