2 Pesawat Pengebom Milik AS Kembali Terbang di Laut China Selatan

Washington DC – Dua pesawat pengebom B-52 milik Amerika Serikat (AS) kembali terbang di dekat pulau-pulau sengketa di perairan Laut China Selatan. Ini menjadi penerbangan kedua dalam satu bulan terakhir di perairan yang menjadi sengketa banyak negara itu.

“Dua pengebom B-52 H Stratofortress lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Andersen, Guam dan melakukan latihan rutin di sekitar Laut China Selatan pada 13 Maret 2019 sebelum kembali ke pangkalan,” sebut juru bicara Angkatan Udara Pasifik AS dalam pernyataan kepada CNN, Kamis (14/3/2019).

Angkatan Udara Pasifik AS bertugas mengawasi operasi udara militer AS di wilayah Pasifik.

“Pesawat AS secara rutin beroperasi di Laut China Selatan untuk mendukung sekutu-sekutu, mitra dan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” tegas pernyataan juru bicara Angkatan Udara Pasifik AS tersebut.
Mengudaranya dua pengebom B-52 milik AS di Laut China Selatan ini merupakan momen kedua dalam sebulan terakhir. Pada 4 Maret lalu, AS juga menerbangkan dua pengebom B-52 yang berkemampuan nuklir miliknya di perairan Laut China Selatan.

Saat itu dinyatakan AS bahwa operasi penerbangan dua pengebom B-52 itu merupakan bagian dari misi ‘Continuous Bomber Presence‘ yang dijalankan Komando Pasifik AS sejak lama. Militer AS menegaskan bahwa misi itu bertujuan untuk menjaga kesiapan pasukan AS. Ditegaskan juga oleh Angkatan Laut AS bahwa misi penerbangan itu sejalan dengan hukum internasional.

Diketahui bahwa sejak tahun 2004, militer AS merotasi pengerahan pesawat pengebom B-1, B-52 dan B-2 dari Pangkalan Udara Andersen di Guam, sebagai bagian dari misi ‘Continuous Bomber Presence‘.

Otoritas China yang terlibat sengketa di perairan Laut China Selatan sangat sensitif dengan kehadiran militer AS di dekat lokasi-lokasi dibangunnya pulau-pulau buatan, yang juga menjadi lokasi dibangunnya fasilitas-fasilitas militer China itu.

AS telah menuduh China mengerahkan rudal antikapal, jammer (transmisi untuk mengganggu sinyal) elektronik dan rudal darat-ke-udara ke pulau-pulau buatan yang dibangunnya di perairan sengketa Laut China Selatan.

(nvc/ita)